4/26/25

On Her Trip..

Kalender menunjukkan sebentar lagi ada yang akan hangus. Kulirik jatah cuti tahunan yang masih di angka 8, daripada terbuang sia-sia karena tak bisa jadi rupiah, kuputuskan untuk mengambil beristirahat dari layar dan hiruk-pikuk informasi yang jadi keseharian. Awalnya, aku bertekad solo trip dari tanggal 20-27 April ke Purwokerto, Solo, dan Jogja. 

Ternyata, Tuhan Maha Baik, banyak sekali surprise dari perjalanan ‘iseng’ ini dan jika dari 3 kota tersebut diturunkan, beranak-pinak aku terbawa ke daerah baru lainnya.


Sokaraja, Purwokerto, Baturraden

> Purwokerto
Siapa sangka kota ini bisa memberi kesan pertama yang baik untukku? Urusan kuliner memang tidak banyak ragamnya, tapi keramahan dan kesederhanaan justru terasa nyata di sini. Definisi slow-living lebih terasa di sini ketimbang di Solo. Walaupun slow-living, kota ini lebih memerhatikan infrastruktur transportasi umum ketimbang kota lain yang aku kunjungi. Kedatangan selanjutnya ke kota ini satu-dua hari tidak akan cukup, harus lebih dari tiga hari.

> Baturraden
Kalau ada yang bilang Tawangmangu atau Sekipan itu bagus, jangan salah, Baturraden lebih dari itu! Telaga Sunyi jadi tujuanku kemarin. Indah sekali alamnya, dan siapa sangka, banyak juga yang suka jalan kaki pagi-pagi menempuh naik-turunnya jalur Baturraden selain aku si awam ini.


Solo, Wonogiri, Tawangmangu

> Solo
Sejak bertahun-tahun lalu lulus kuliah, ternyata Solo masih kerap jadi tujuanku. Baru kali ini aku akhirnya sadar, yang kurindukan bukan kotanya, tapi suasana dan rasa aman yang diberikan oleh kota kecil ini. Sayangnya, kesederhanaan kota ini tak lagi sama. Sudah kapitalis, kata orang. Kafe di mana-mana. Sepertinya, kalau sudah benar-benar tidak ada teman lagi, rasanya aku tidak akan memilih kota ini untuk menjadi tujuanku berlibur.

> Wonogiri
Berawal dari niatan untuk berkunjung ke salah satu abang karibku, yang dulu sering kuajak diskusi di kampus. Ternyata keputusan ‘aneh’ ini malah membawa kesan yang baik dariku untuk kota kecil ini. Kalau kubilang Purwokerto itu slow-living, kota ini lebih-lebih lagi! Dan yang paling menarik adalah: kamu belum resmi jadi pecinta mie ayam kalau belum pernah makan langsung di Wonogiri. Asli.

> Tawangmangu
Mungkin beda cerita kalau aku berkunjung ke Solo untuk transit dan bertujuan ke Tawangmangu yang memiliki beberapa tempat wisata alam maupun buatan yang terkonservasi, contohnya Atsiri. Sayangnya, menurutku tidak perlu diulang sampai beberapa kali. Mungkin kalau aku datang dengan kamu, rasanya jadi lebih sweet? Aw~


Parangtritis, Jogja, Magelang

> Magelang
Entah lebih tepat disebut Muntilan, Magelang, atau Borobudur. Perjalanan ke sini berawal dari celetukan seorang teman yang ingin ziarah arsitektur. Sepanjang jalan mengamati kota ini, ternyata nyaman, namun belum begitu terasa. Mungkin karena terlalu singkat waktuku di sini, jadi belum sempat eksplor. Tapi, jika butuh tempat yang tenang untuk masa tua dan bukan daerah yang punya ambisi menjadi kota besar, Magelang bisa dilirik.

> Jogja
Katanya, Jogja Istimewa. Kenapa kali ini aku tidak merasa ada istimewanya, ya? Apa mungkin sebenarnya Jogja tidak ramah untuk solo trip dan baru terasa sekarang? Atau, karena aku tidak bersamamu di sini? Aih, setidaknya ada Kurnia Sari yang bisa kubawa pulang.


Dari sekian panjang perjalanan solo trip berhari-hari ini, satu hal yang aku yakini: Tuhan Maha Baik dan sebaik-baiknya perencana. Aku juga semakin yakin, apa yang ada di hadapan kita sekarang adalah yang terbaik dari Tuhan, yang memang sudah jadi rezeki kita apapun bentuknya.

Aku memohon diberikan kelapangan hati dalam menerima takdir yang ditentukan oleh-Nya. Dengan merapalkan doa seperti itu, ketika rencana kita tidak berjalan sesuai yang kita mau, rasa kecewa pasti ada, tapi saat itu pula Dia berikan penghiburan sehingga kecewa ini cepat teratasi dan tidak berlarut-larut. Ajaib, tapi bukankah perasaan ini memang datang dari kuasa-Nya juga?

Dan pada akhirnya, perjalanan yang kuanggap bukan mumpung, reward, atau escape ini mampu mengajarkan aku tentang: grateful, genuineness, dan detachment

Perjalanan ini adalah turning point-ku.


Tulisan ini kuketik seketika di perjalanan pulangku ke rumah
Ah, indah sekali bisa kembali menulis. RM Bu Ida Gondangdia jadi saksinya.

2/16/25

The Script in Jakarta!

Who would have thought about the idea of going SOLO to a concert? and it’s The Script??

Of course the 16 years-old-me never expected to go on a The Script concert at the age of 27 🤣 sendiri, pula.

The Script!!

Working on a media company was really the best scenario that god addressed me —i had privileges like invited to a special events and also meet my boyfriend 😋. Yes I often went to concerts, but on a work purpose, alias liputan. But not this time.

I went. to The Script’s concert. alone. the experience was really DIFFERENT.

The opening was performed by Hoobastank. Actually i dont really know about their songs (sorry i’m not really into it) except “The Reason”. Ya… siapa sih yang enggak tau lagu satu itu?

Here’s the set list of The Script Jakarta 2025:
  1. You wont feel a thing
  2. Superheroes
  3. Rain
  4. Both ways
  5. Six degree of separation
  6. The man who cant be moved
  7. The last time
  8. Inside out
  9. If you could see me now
  10. Never seen quite like you
  11. Before the worst
  12. Nothing
  13. No good in goodbye
  14. Paint the town green
  15. For the first time
  16. Home is where the hurt is
  17. Breakeven
  18. Hall of fame closing
Thank Gooodddd for the experience i had! 
Maybe Paramore or Greenday concert for the next, eh? 😝

1/16/22

Revealing Myself

My biggest achievement was not coming from my organizational activities, it came from my personal life story. I healed from my heartbreak. A year full of tears, pain, and demotivation. There was a time I feel I'm so messed up then I sought help from a professional, and I did the treatment. I thought the treatment was going well because my friends also helped me through that time. I feel blessed for what happened to me that time and it shaped me to be who I am now; even the better version of me, full of joy, happiness, and more grateful for the life I live. I believe that my life purpose is to become someone who is useful and trustworthy to others.

-fin.

9/2/21

Consciously Conscious

Sadar atas pilihan yang dipilih.

It is okay to be not liked by someone (or even everyone). You don't have to be perfect. All of us are still human beings (and so do you, right?).

It is okay to stay with the people you like instead of staying with the people who like you. Everyone has their territories and decisions (and so do you, right?).

It is okay to be honest with yourself. It is okay to express your deepest feelings, either with anger or crying (or maybe both wkwk). You can sing along to a song you can relate to your feelings too. Everyone has a way to express their feelings.


Everyone will face their problems yet pressure. If you ever feel like you want to quit, just don't. You can take a break, but don't quit.

2/12/21

As a human

As a human we can not choose to have two hands or one mouth or two ears, but what we can learn from them is: every part of them delivers messages within the function of it.

2 mata untuk melihat.
2 telinga untuk mendengar.
1 mulut untuk berucap.

Apa yang kita pandang dari sisi mata tidak harus kita validasi untuk dipercaya ketika kita belum mendengar versi lainnya dari sisi telinga, berlaku sebaliknya. Sedangkan apa yang diucapkan oleh mulut boleh saja berasal hanya dari mata atau apa yang kita lihat, atau telinga atau yang kita dengar, atau saja keduanya, but originally it comes from your mind; the one who took control of what you're gonna say.

1/27/21

Reoccurring and... How?

Personally, I am interested in a life coach service because I just think that I need to face my problems and find a solution to them instead of moving on, but I know I need to seek help.

Here's a little story about me (I don't know, I just want to share this). Around 2019, I sought help from a psychologist in my college. After 2 sessions of counseling, it turned out I was getting better. But lately... I just feel that the problem that was bothering me that day is reoccurring these days. It will ruin my activities; I'm losing focus, demotivated, stressed out. I deeply want to fix this problem and seek help to get solutions to my problem together with me. I know it comes from my mind, myself. But I just don't know how to start it.

I don't know... I just want to share this.

12/26/20

Just in short...

i pretty knew i ever felt this kind of stress when i was stuck at home for the long 3 months straight. i could say this wasnt a kind of depression just bcs i aint feel really sad. i would say this more likely.. like, a confusion that actually coming from myself. my mind. i know. and i'm no longer motivated. at the same time, i do need friends but i dont want to socialize with people. my mind is very complex. i know. hahaha. i hope this was just because i'm fuckin exhausted and i hope i can get myself back to be stable soon. told ya, growin up is fuckin hard. eh, no, not growin up yang sulit, but being always rational itu sulit.. banget. banget banget banget. sebenernya kuncinya satu ya, sadar

sadar lagi sedih, sadar yang disedihin apa.
sadar lagi kesel, sadar yang dikeselin apa.
sadar lagi seneng, sadar seneng karena apa.
sadar lagi capek, sadar yang diperluin apa.

dan... sadar lagi kacau, sadar harus ngadu ke "siapa"

mungkin dari turunan kunci kesadaran itu ada yang lagi kendor. but all i feel right now is i just want to drawn myself in tearsss huh what a pity.
cheer up, Els! enough to feel stuck, lets get back to move because another journey has waitin for you! :)

11/21/20

Being an Intern

Hellooo again Bloggie, it's been a long time not posting any stories padahal aku punya sangat banyak stok cerita! :D

Long story short, as the title obviously, aku keterima jadi Graphic Design Intern di salah satu biro arsitektur di Bintaro, yaitu Studio Sae. It was all of a sudden I read a job vacancy from this bureau, as an intern. After had a short discussion with my friend, I applied this aaand I was accepted. 

All I think to work as a graphic designer is, yaa nggak jauh-jauh dari graphic designing itself dong, typography, layouting, and sense of design. And after going through for one month as an intern, ternyata aku jadi sadar, prospek as a graphic designer atau biro graphic design di Indonesia sepertinya jauh... jauh lebih sulit daripada di biro arsitek. Arsitek, karya dari profesinya sendiri jelas ada hasil, tapi masih dianggap bukan suatu kebutuhan penting di Indonesia. Apa lagi graphic design...

Ini pemikiranku yang masih jadi anak magang, and i'm a freshgrad. Okelah the fact right before aku alhamdulillah udah pernah nyemplung sana sini as a freelancer, but not this one. I'm working on a corporate (even tho its not that big haha), i have a team leader, co workers, and also the principal. Masa internku selesai Januari nanti, dan sebenernya ini udah memasuki masa probation aku, bukan intern lagi (but i like to call myself as 'anak magang' hehehe). 

Well... this feels a little bit hard. Work from home habit, new routinity, forced to be adaptive for my new workplace, demanded to be MORE communicative & be actively active, and so on. BUT i'm the way SUPER happy because... i can say, i finally got a job! After thru umm... about 6 months, maybe. I'm highly expecting this was the best.. best best scenario from Allah for my career journey, insyaAllah!

Ya udah i think that's all for my story about being an intern. Nggak detail-detail banget sih ya tentang internnya, malah curhatannya aja hahaha. Mungkin nanti pas udah agak longgar aku cerita lagi tentang seru-nggak nya jadi graphic designer hijrahan! hehehe. see ya!