11/23/25

Mama Menangis

Ini bukan kali pertama Mama menangis...

Mamaku adalah sosok manusia yang kuat sekali dan penuh penerimaan. Aku sanggup berkali-kali mengatakan ini di hadapan orang banyak, karena makin lama rasa bangga dan sayangku untuk Mama makin besar... yang baru kusadari.

Kali ini, Mama secara 'terpaksa' menampakkan kerapuhannya di depanku. Mama menangis, berderai air mata seperti saat ia kehilangan sosok ibunya dua tahun lalu. Penyebab utamanya memang karena demam dan tubuhnya sedang drop, sama halnya ketika kita sedang sakit dan bikin kita jadi mellow. Tapi penyebab lainnya ternyata karena ia teringat rasanya dirawat oleh ibunya ketika sedang sakit.

Mamaku merindukan ibunya. Bisakah dibayangkan betapa sedih dan letihnya yang sedang ia rasakan? Pasti kita semua pernah merasakan rindu itu.

Ternyata, sekuat-kuatnya sosok Mamaku yang selama ini kulihat, ia juga seorang anak dari ibunya. Lagi-lagi, ini hal yang baru kusadari. Kadang kita merasa jadi anak yang membutuhkan sosok ibu, tapi ibu kita pun juga seorang anak dari ibunya. Hal yang sangat manusiawi sekali jika seorang ibu sedang berada di titik terendah akan membutuhkan sosok ibunya. 

Semoga kehidupan Mama senantiasa diberkahi kebahagiaan.
Dan twit ini muncul bertepatan dengan apa yang aku ketik dalam draft (yang akhirnya published).



No comments:

Post a Comment