10/20/19

Pertama kalinya "Naik"!

Assalamualaikum! Long time no post i guess?

Jadiii Sabtu lalu adalah pertama kalinya aku muncak. Nggak muncak gunung juga sih, lebay lebay. Baru muncak bukit aja kok.. hehe. Bukitnya namanya Cumbri, ada di perbatasan Ponorogo dan Wonogiri.

Berbekal persiapan yang nggak disiap-siapin banget, jadilah aku berempat pergi ke Cumbri. Wah excited banget akuuu tapi ternyata my body couldn't deal with my excitement HAHA baru hampir di pos bayangan gitu tiba-tiba pandangan buyar dan berkunang-kunang... pendengaran mendadak hilang... perut mual. Wah ambyar abis deh. Tapiii perjalanan tetap dilanjut dong.

Sampai di puncak, kita diriin tenda dulu, baru deh sight-viewing. Walaupun cuma keliatan perbukitan dan perumahan serta jalan-jalanan gitu, nggak seberapa emang sama view kalo naik gunung beneran.. tapi seru banget dan puas, jujur! Sampe berkali-kali nyebut di dalem hati karena aku pribadi nggak sangka bisa naik gitu hehe..
Malam datang dan kita sight-viewing lagi tapi viewnya ga kalah bagusss. Lampu-lampu kecil yang berasal dari rumah warga dan jalanan, ditambah lagi view di langit ada taburan bintang. Tapi ga ada yang bisa ngalahin langit Kapota sih...

Suguhan alam nggak berhenti di malam aja. Alhamdulillah aku berhasil dokumentasiin bentangan horizon yang dari gelap sampai ada semburat cahaya dari matahari. Iya, sunrise..

Seseru itu yaa naik... banyak banget yang bisa dipelajarin, especially about thankfulness and putting trust. Asli, ga nyesel aku kesana dan malah kepengen lagi untuk naik.. ga cuma ke Cumbri lagi hehe tapi ke gunung.
Semoga ada kesempatan, biar bisa terus belajar dari alam. Aamiin.


Sebagai penutup, ini dia dokumentasi dari aku! Here you go~

ini aku!!! hehe
ini squad aku: Arvy, Lisa, aku, dan Firos


❤❤❤

8/10/19

About Faith and Being A Religious


If my faith says that everything in this world belongs to the one and only Allah, so there’s nothing to worry about even though we still could feel the sadness, broken, madness coz it means we are a human being.

My faith says too i was born for something big, and good of course. Neither today nor tomorrow, but it must be someday. God let me feel how it feels to be in the lowest point of my life, so that i can learn from what i feel and how to deal with it.

My faith says, what we feel sometimes is NOT always be parallel with our destiny. So that's why we‘d rather feel sad than happy if something we want so bad can not happen at the moment. But that's okay, we still a human being. Haha it all has happened in my life so i believe in it.

I ain't saying i'm a religious person but, everyone has their own faith... right??
And this is the last —pelengkap utk bagian psikologis selain sisi spiritual, coz these words successfully change the way i live my life. i believe its really really define myself!

Thank you, and have a nice day!

my motivational words to keep my life
going as well

   

7/15/19

Dear myself..

I love being in a hectic situation. I love being involved in a routine that pushed myself so fuckin hard and causing me feel tepar like almost every night. Besides, I love saving my money and love throwing my money away too for shopping, but I also do invest too.

I love helping people and being very welcome to them every time they need my help. I enjoy doing those things, so much. Doing the things I loved helps me to gain up my confidence whenever I was feeling low.

I love being me.
Thank you, myself. :)

6/9/19

Meet a Psychologist

Selamat Lebaran! Belum seminggu kan? Hehehe

Sesuai dengan judulnya, yap! 22 Mei lalu, akhirnya saya memutuskan bertemu dengan psikolog melalui fasilitas kesehatan di kampus saya.
Pertanyaan yang saya perkirakan akan hinggap di benak teman-teman terkait keputusan saya menemui psikolog mungkin tidak jauh dari:
"Kenapa kok kepikir ke psikolog?"
"Ngapain aja di psikolog?"
"Emang ke psikolog bikin lega?"
"Lo capek banget ya?"
Dan dari 4 teman saya yang sudi jadi tempat cerita saya, kurang lebih pertanyaan itu yang mereka utarakan. Hahaha.

Bukan berarti dengan saya ke psikolog, saya ga percaya dengan keyakinan diri saya sendiri terhadap Sang Maha Pembolak Balik Hati, Allah SWT. Ngga, sumpah. Malah, saya ngerasa ini salah satu jawaban dari doa saya, salah satu jalan yang Ia tunjukkan kepada saya untuk apa yang sedang saya hadapi, alami, dan rasakan. 
Anjay mantap kan bahasanya tapi ini serius..

Setelah ketemu dengan psikolog, hal yang bisa saya petik adalah, konsultasi dengan psikolog direkomendasikan untuk mereka yang sebenarnya ga clueless-clueless banget dalam menjalani hidup. Bagi mereka yang berkonsultasi, yang dibutuhin adalah diyakini dan didengar, atas keputusan yang sudah dibuat dan realita yang terjadi, atas segala emosi yang dirasakan (dan mengganggu, wkwk). Dan diberikan sudut pandang lain juga, tentunya.

Psikolog ngga akan segamblang banget itu untuk ngasih tau resiko kalo kita begini, nanti begitu, dan ngga maksain juga kita harus ngikutin sarannya. Semua kembali ke diri sendiri. Sesanggup apa nanggung resiko dari saran A, B, C, yang lebih capable buat ditanggung diri sendiri tuh yang mana dan apa aja, gitu.
Nah terus.. apa yang akan disarankan oleh psikolog tergantung sama sejujur apa sih kita sama diri sendiri atas apa yang dirasa.
Misal nih, rasanya resah terus dan sedih sampe 2 minggu ga bisa tidur padahal seharian udah capek banget, jelasin aja bagaimana adanya ke psikolog. Dari keluhan tersebut, kita dituntun, udah paham belum awal mulanya terjadi hal-hal tersebut dari kapan, atau ada apa, atau apa yang selalu mengusik pikiran, dan semacamnya. Kalau dari kitanya sudah paham dan tau malah bagus banget, jauh mempermudah proses konseling dan rasanya kita udah paham diri sendiri (dan pastinya ini bisa menambah kepercayaan diri sendiri!), ya kan? :)

Maka dari itu, di awal saya sebut "ke psikolog direkomendasikan untuk mereka yang ga clueless-clueless banget". Tapi, ini semua opini saya atas pengalaman saya aja yaa.
Mengenai tanggapan psikolog atas konsultasi saya, yaaa tanggapan yang beliau utarakan disampaikan serasional mungkin dan tidak lupa di awal kalimat probabilitas yang beliau ucapkan selalu ada kata "mungkin".
Btw, konseling sama konsultasi, sama ngga sih? Hehe gatau..

Terkait cerita saya...
Saya ga akan ceritain gamblang apa yang terjadi dan percakapan saya dengan psikolog saya seperti apa, karena saya malu wkwkwk. Tapi saya mau cerita (karena saya mau) (?)
Berangkat dari keluhan yang saya alami, yang sebelumnya saya kira bakal lenyap begitu saja seperti yang sudah-sudah, tapi ternyata engga. Kepikir juga, apa saya ketempelan apa gimana, kok ya makin pusing malahan, capek nangis teruslah, ngaji dan tadarus serta berpuasa rasanya nikmat tapi sakit tak kunjung hilang, singkat kata, saya sesensitif itu pokoknya.
Akhirnya saya nyari tau info konsultasi psikolog di medical center (faskes kampus saya), alhamdulillah dapet kontak psikolognya dan langsung bikin janji sama beliau.
Hari itu, Rabu. Saya pake baju putih dan celana khaki dan sepatu slip-on. Inget banget, karena outfit saya hibahan dari si mantan, hahaha. Saya duduk nunggu di ruang tunggu hampir sejam lebih, dan beliau baru dateng bada dzuhur. Pas udah ke ruangan konsultasinya.. awalnya bingung, asli, kudu mulai dari mana. Tapi dibikin luwes sama beliau, dan atas dorongan dari dalam diri sendiri yang kepengen nangis dan pengen numpahin semua (wkwkkwk), akhirnya jebret semua cerita saya yang tidak lain dan tidak bukan adalah soal kuliah dan percintaan tumpah-ruah. Kegondokan saya, sebel-sebelnya di bagian apa, yang saya ga sukain apa, semua saya ceritain, karena itu yang rasanya ga bisa lepas dari pikiran.

Singkat cerita, sesi konsultasi saya hampir dua jam. Pasti billingnya kalo di umum mahal nih. Yaa untungnya, fasilitas kampus, jadi gratis hehe..

Pesan beliau di akhir adalah, kalau masih ngerasa kurang enak atau gejolak emosi masih naik turun dan belum stabil, ada baiknya saya ketemu lagi sama beliau setelah lebaran. Saya suka konsultasi psikolog di kampus, psikolognya laki-laki dan tanggapannya dari sisi laki-laki yang berilmu di ranahnya dan ngga asal jawab dari sisi laki-laki, gitu. Terus ya karena mahasiswa yah, layanan psikolog di kampus selain gratis, ga usah jauh-jauh dari kosan. Hehehe. Psikolognya kesannya baik ya? Iya baik dan asik sih, laki, masih muda, takut baper aja saya sama beliau... hahahaha. Ftv amat?!
Ya udah, sekian cerita dari saya, setelah sekian lama ngga ada cerita dari saya, ya kan hehe.

Sekali lagi, selamat lebaran!
Dari saya, yang ngidam banget pempek belom kesampean dari pas puasa :((

4/30/19

Berdikari versi Saya

Perempuan Berdikari alias berdiri di atas kaki sendiri, adalah seorang perempuan yang dalam hidupnya udah terbiasa banget dengan sikap berdikari alias berdiri di atas kaki sendiri selama bertahun-tahun lamanya pasti butuh waktu untuk menyesuaikan dirinya, apalagi ketika dihadapkan dengan keadaan yang berbeda: merasakan ada pasangan.

ketika dirinya yang terbiasa berdikari jadi memiliki pasangan, mau tidak mau harus membiasakan diri dengan situasi "sharing" alias berbagi (dengan pasangannya), yang mana hal tersebut merupakan konsekuensi dari berpasangan. ya kita ngaku aja de ni bahasanya emang lebay tapi kenyataannya emang gitu kan

terlebih dengan intensitas yang ketemu terus, terbiasa dengan hal-hal baru yang telah dilakukan bersama, lalu menjadi sebuah kebiasaan bersama, yang kalo ga dilakuin bersama rasanya kok aneh. sarapan, nugas, halan2, dll. haha hihi gombal gombel, dan klimaksnya prang prung berantem atas perbedaan mendasar yang ada di kedua pihak, dan keberjalanan hubungannya jadi balik kanan bubar jalan.

selang waktu berlalu, ada sesuatu yang dirasa hilang; kehilangan yg setia membayangi. ea
semacam rindu, katanya.

akhirnya baru tersadar, entah di pihak siapa yang duluan sadar.
"oh ternyata si perempuan lupa caranya jadi sosok yang berdikari itu seperti apa.."

ya itu, perlu adaptasi dari pola A ke pola B untuk mengembalikan pola A lagi. semua orang berubah, ada yang ke arah lebih baik, dan ga sedikit juga yg ke arah sebaliknya. ya itu lumrah, sebagaimana waktu terus bergulir.

pesan moral dari post ini adalah:
- dihargai saja proses tiap orang, karena lain individu lain cara mikir
- perempuan yang terbiasa berdikari juga butuh dibimbing, bukannya malah dihindari karena independennya
- tidak ada yang salah dari 'aku butuh kamu' karena kodratnya manusia diciptakan berpasang-pasangan yaitu untuk memenuhi kebutuhan tersebut

n specially to the boys:
- setiap perempuan yg kamu temui bukan percobaan teori 'emansipasi'

jangan cuma nuntut kebebasan dan menilai seseorang lebay atas ceritanya. atau lebih buruknya lagi dinilai gak dewasa. penilaian terhadap kedewasaan seseorang ga bisa dinilai dalam secuil urusan itu doang, cuy. :)
percaya sih pengalaman selalu bisa dijadikan bahan belajar dalam hidup. secuil apapun itu. sereceh apapun itu. percaya polllll, mantap.

nah wat mentemen semua, jangan segen-segen buat nyemangatin perempuan yang lagi mencoba kembali untuk menjadi berdikari di sekitar kalian ya syapapun itu! ๐Ÿ’–✨✨

9/1/18

Graduation moment

hi there! whoa it's September already.
yeah almost entering my 4th year of being a college student but I never posted about graduation things before hehe. so here I'd like to tell ya one of my graduation moment.

periode ini aku ngga begitu deket sama mas mbak wisudawan heu maaf:( kemarin kemarin sempet ada beberapa kating yang emang aku deket dan foto bareng, tapi aku tidak tergerak untuk ngepost. entah kenapa kali ini aku pengen banget ngepost. mungkin karena serangan rindu?

di periode kali ini juga gilirannya diubah, jadi kita ngarak wisudawan ke rektorat (karena di Rektorat wisudawan Teknik dapet giliran yang jam 10). sebelumnya sempet juga kita jemput wisudawan, terus diarak ke Teknik karena dapet giliran di rektorat pagi baru dilanjut acara di RSU Teknik. jujur aku pribadi prefer yang jemput di rektorat terus dibawa ke Teknik sih dibandingkan nganter ke rektorat. walaupun lebih siang dan jatohnya ngaraknya lebih panas, tapi enak aja karena setelah itu ngumpul di Teknik.

terus, periode wisuda di uns juga mengalami perubahan sejak tahun kemarin, 2017. aku waktu awal masuk kuliah sampe tahun 2016 wisudanya dalam setahun ada 4 periode, nah di 2017 ditambah jadi 6 periode. yang tadinya 3 bulan sekali jadi 2 bulan sekali. rajin banget ya wisudanya uns? hahaha mungkin biar nggak membludak wisudawannya, jadi ditambah periodenya.
dan momen wisuda menurutku selalu sukses bikin temen-temenku maupun diriku sendiri jadi ngerasa pengen wisuda, diarak yang rame, diucapin dan segala macemnya yang berbau wisuda-thingy. entah kenapa wisuda yang sekarang lebih ngena aja momennya ke aku.. bikin aku lebih pengen seriusin kuliahku dan memantapkan ilmu-ilmuku dan tentunya bikin aku jadi lebih mikir kalo aku ngga boleh egois untuk berlama-lama tenggelam dalam kesantaian kuliahku karena adik aku mau kuliah juga... wow apa ini termasuk pola pikir yang berkembang di usia 20an? hahaha.

aku berdoa semoga temen-temenku semangat menjalani kuliahnya, karena kuliah tuh nggak mudah dan dimanapun kamu kuliah ya menurutku gak semua orang berkesempatan untuk kuliah. bener-bener harus sadar untuk bersyukur dan memanfaatkan kesempatanmu dapet pendidikan lebih di kuliah gitu.

dan kalo boleh berharap.. aku pengen banget wisuda bareng seenggaknya satuuu aja temen deketku entah siapapun itu yang aku anggep temen deket maupun temenku yang nganggep aku deket atau pernah deket dan semacamnya gitu. seneng banget mungkin rasanya kalo make toga bareng ya? jujur ini sedikit sedih but in another side aku seneng karena jadi semangat memulai semester 7 ini untuk get done with this semaksimal mungkin. yaAllah, engkau maha mendengar dan maha tau, nggak bosen kan yah dengerin dan ngabulin doaku? hehe :'')

aamiin.
long story short, see you in another post and this is it; the photo sharing session! hehe


8/19/18

Thank you anyway!

Setiap aku mengeluarkan pemikiranku, ataupun pendapatku, dan semacamnya dimana pun, aku tidak pernah sedikitpun merasa perkataanku mampu menginspirasi orang lain kelak. Sumpah. Tapi tiba-tiba, beberapa orang yang kukenal datang padaku, dan taukah kamu apa yang kita bicarakan? Ya dia bilang, pendapatku tentang apa yg sedang dia hadapi seperti apa dan menurutku solusi dariku untuk dirinya apa. Ya aku tau kalian semua pasti pernah merasa dikonsultasikan setidaknya dengan seseorang yang kamu kenal lah ya.

Dikonsultasikan sudah biasa, namun yang belum biasa adalah, ketika klien konsultasimu mengutip beberapa pernyataanmu yang kamupun tak tau persis kapan pernah berkata demikian.. tapi kok mereka bisa notice?

Aku senang jika aku bisa membantu orang dalam apapun bentuk bantuannya itu. Aku emang bukan orang baik, jauh dari sikap baik malah kayaknya.. tapi selagi bisa berbagi sebuah hal yang baik, kenapa ngga? Yang selalu kuingat, “hal yang baik tidak harus selalu datang dari orang baik”.

Dan post ini, ingin kudedikasikan kepada semua orang baik yang menganggapku teman dekat, sahabat, siapapun,
terima kasih telah sudi untuk memilih bertahan berteman denganku. Terima kasih sangat.

Aku anggap hal itu adalah sebuah kebaikan yang telah kalian beri padaku, maka akan aku usahakan untuk selalu memberikan kalian kebaikan semampuku.

8/16/18

Short visit

hi there! its already august.

two days ago, i had a short visit to my senior high school, 61 shs. i went to pos satpam, mosque, canteen, and also the most lovable yet memorable room, sekre, haha. had a chit-chat with pak wawang and pak afit, two superheroes of mine (actually it was 3, pak wahyu, tapi sadly he already resigned from 61 heu). ohiya ada ando and dilla too so yeah because the independence day will come soon, we had fun with anak paskib too di lapangan hehe.

selfieee w dilla & ando
long story short, after had a short visit, i went to tebet with rafi (my 3 years high school mate lol), we went to lotte kuningan because the place we want to visit at tebet dalam had already closed. then we had a kinda deep talk about our organizations, college plans, love-life story, also a little flashback too. like nkcthi’s sayings, “waktu lagi capek sama kegiatan harian, sahabat lama sering bisa jadi salah satu ruang napas favorit”, ya ada benernya buat aku. so we had a game like quick answer, riddle, dan sampe ke game yang membawa kita jadi bahas-bahas "mantan-things"... hahaha.

i feel like im so fed up with everything, i feel i couldn’t put my trust on some people, i disrespect them bcs i feel annoyed with them, and so on. so yea, i was feeling better when i met my high school mates, was very very better. lately i feel annoyed by one or two people i’ve met and we both very know each other, what they did was really really made me disrespect them. i really wanna slap their face and cryin and yelling and yeaaa i want them to know, i wanna show them i was mad at them. but i think i can’t, i don’t need to do that at this time. i feel so lost, this is me but some part of me feel it weren’t myself. ribet yah? 

btw, lately (around a month, maybe) i intensively into nkcthi nih, yeah almost its highlights really open up my mind. bukan definisi mellow sih yang didapat dari threadnya nkcthi, tapi lebih ke sharing thoughts dan si adminnya berupa moderator yang mengarahkan khalayak untuk sharing thoughts based on their experience. sounds good? just go check @nkcthi on Instagram
anddd yeah bcs i was so gabut these days (which i could do it almost every night haha), so i started to fulfill my kepo-ness about some things that still "dianggap tabu" with indonesians mostly. so here is the thread, then what do you think?

i’m looking for a job, to increase my savings hehe๐Ÿ˜‹ just let me know if you need a simple design services, like making posters for competition, kind of blueprint for your skripsi/tugas kecil, or maybe you need a small yet simple photoshoot. harga bersahabat, selagi sama-sama mahasiswa ya pasti saling mengerti lah ya, hehe.