4/6/20

my random thoughts

Tschau!
selama hampir seminggu menjalani quarantine days yang literally full-time because this pandemic yang masih hebring, aku jadi agak kerasa sangat gabut. dan jadinya ya inilah aku ngepost blog lagi dan finally sempet ganti header & layout! hihi. fyi kerjaanku sekarang adalah garap jurnal, nyicil portofolio, deutsch course, nonton film, last but not least, pasti buka sosmed. on repeat.

bosan yaa pasti tapi ada baiknya kita nikmatin, i believe that we're gonna miss this moment someday, arent we?

hmm as the title, random thoughts. since i no longer have someone to tell my stories, i think im gonna post it here again like i used to... haha thanks blogger you never changed, terharu aku. semenjak pandemi ini jadi hebring banget aku jadi sering banget mikir, kalo ada orang yang nggak terbiasa untuk sendiri dan tiba-tiba harus ngelakuin apa-apa sendirian di tengah wabah begini yang aku yakin nggak akan sebentar, apakah mereka bisa survive ya? terus kan juga banyak banget imbauan utk ga pergi kemana-mana ya, menurutku ya ada saatnya ajasih kita tetep gapapa gituloh untuk keluar, menatap dunia luar. karena gimanapun juga kalo kalian sibuk ngeremin telor di rumah ya mental kalian yg ada yg ga sehat. vidcall and other online interaction still aint enough bruh. asli dah. tapi ya emang bandel sih, tapi ya gimana aku juga gitu kalo bosen banget nget aku cabut malem trus motoran ke kota HEHEHE trus pulang lagi kok.

setelah pendadaran kemarin aku jadi bener-bener mikirin kedepannya aku mau apa, ngapain aja, dan sebagainya, mengingat umurku juga mau 23 cuy tahun ini. omg, there are a lot of things i have to do. di titik ini aku tu ngerasa kayak ini aku di 2 tahun yang lalu, i have to choose my own path to get what i want to achieve. then here i am, berhasil mengejar ketertinggalan yg seharusnya sangat tertinggal; aku mundur 4 matkul studio which is 1 studio hanya bisa di 1 semester, berarti aku harusnya mundur 2 tahun dan bersama angkatan 2017 tapi aku berhasil ngejar untuk bisa ambil tugas akhir di oktober 2019 lalu, dan konsep & studio berjalan masing-masing satu periode aja. alhamdulillah banget.. asli. ga nyangka banget ternyata aku bisa ngelakuin hal itu gitu. oke itu mungkin soal akademik, lain hal dengan kisah cintaku, keluargaku. yaa pokoknya, aku dapet pelajaran banyaaaak banget rasanya.. dan rasanya aku pengen banget berbagi entah ke siapapun ttg pengalaman dan pelajaran yg aku dapetin sejauh ini. capek asli lama-lama kalo ngomong sendirian terus wkwk sampe mo nangis:(

cita-cita jangka panjangku adalah jadi ibu keren yang pokoknya kerenlah untuk anak-anakku, untuk keluarga. aku pengen punya anak, punya keluarga. aku pengen banget mengembangkan diriku sendiri, sebelum hari dimana cita-cita jangka panjangku bisa aku capai. tapi... di sisi lain, ada hal yang bikin aku takut juga. ketika aku merasa bisa melakukan segala hal dengan diriku sendiri, aku takut suatu hari malah aku merasa aku nggak butuh sandaran. atau bahkan lebih ngerinya lagi, nggak ada yang mau sama aku karena aku terlalu berdikari dan independen -they called it. makanya... agak sedih haha but that's ok masih lamaaa.. aku akan kepikiran untuk cari sosok suami mungkin pas umur 26, ya mungkin bisa juga lebih, bisa juga kurang, gataulah.. yg jelas di umur berapapun itu, menurutku udah saatnya untuk punya komitmen yang berlandaskan perkembangan diri sendiri. maksudnya gini, aku punya target-targetku sendiri dan X pun pasti punya (eh ini kalo tipeku harus punya sih wkwk), semisal kita sepakat untuk melangkah bersama selama 3 tahun ke depan atau berapapun itu, tapi kita sama-sama tryin to achieve our goals, ya itu namanya suportif dan that's what my type of relationship is. menurutku ini bisa dicapai ketika 2 orang udah sama-sama paham tentang dirinya sendiri, paham apa yg dia butuhin. ya bisa aja yang baru paham 1nya, trus ngingetin pasangannya, yah yah yah gitulah.. yah mungkin ini tipe pola pikir orang yg suka sendiri kali ya... wkwk.

teruus kemarin banget setelah sekian lama aku seolah-olah menemukan jawaban yang menurutku emm entahlah, bikin aku ngerasa lega. aku selama ini berkutat dgn pikiranku sendiri, kira-kira apaan sih yang aku sedihin dari dia? oh ternyata.. aku sedih karena aku kecewa sama ekspektasiku sendiri. dulu aku bisa melihat dia punya poin plus as my favorite person karena he's well known as a charismatic figure, a leader, wah pokoknya tuh tipe aku banget... hahaha. but then i shouldve realized sih dari saat aku kecewa berat yang pertama banget, he's no longer my fav.  karena kan semua manusia pasti bisa dan akan berubah.. diapun, akupun. dan nggak menutup kemungkinan juga sih segala perubahan ini walaupun misal lagi ke arah yang kurang baik, suatu saat akan ke arah yg lebih baik, even much better. tapi ya balik lagi ke manusianya pilihannya.. kayak kalo di ayat Qur'an Ar-Ra'd:11 yang intinya Allah nggak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum tsb mengubah dirinya sendiri. woh beneran rumit kan pikiran manusia, aku salah satunya..

mungkin kisah cintanya udahan dulu kaliya dibahasnya... apakah ini pertanda i'm moved on? asikkk alhamdulillah. Allah sebaik-baiknya pengatur rencana :)

hem panjang banget ternyata ya. mungkin aku akan tetep butuh orang untuk aku cerocosin panjang lebar tentang ini. words aint enough bruh! btw hari ini aku berkarya sedikit dengan kumamon... hahaha


selamat bobok, fellas! Gute Nacht all!

4/2/20

4 years and 8 months

Some say life is short, but it’s actually the longest thing you'll ever experience. But this last year felt like someone pushed a fast-forward button and a lot of things seem to fall in place. There are so many things to be thankful about and so much more to look forward to.

There was a time when i was running fast like in a race, but then i have to stop because i stumbled. When i have to stop my race, i know my pain wouldn't be quickly recovered if i only sit n still waiting for somebody's help. I need to move to quicken my recovery. So i raised up, looking for my own recovery. When the time to race came back again, i started to run again.

I laugh too hard but then i cried too much. I know this is hurt sometimes but i enjoy it as well. Cause i know the only thing remain someday is the way i get thru the process.

Nobody said life will always be easy on us, right?

And definitely today, it’s been 4 years and 8 months i spent my life in this small city and I do know that nothing of that would be possible without all of you guys. Thanks for the memories, loves and hurts. Thank you and thank you, everyone!

Gute Nacht all! 😋




p.s.
I currently accelerating my next achievement and it goes to: have my own Vespa!

3/18/20

Manusia

Kala itu..
Dalam silauan cahaya,
membatas pandangan mata...
Namun jelas ku lihat kamu.
Biarpun ku sadar kau kian jauh.

Kali ini..
Semoga tutur kata dan maafmu,
semoga mereka nyata..
Walau hanya kamu yang tahu senyatanya.

_____

At the corner of my room,
still sit and sing along to La La Lost You.


3/2/20

Naik ke Andong!

assalamualaikum!
tanggal 1 Maret kemarin akhirnya alhamdulillah aku dapet kesempatan untuk naik lagi dan destinasinya kali ini adalah: Gunung Andong.
aku berangkat bareng Dipe dan Fajar, temen KKN ku. bermodal agak nekat, karena aku belum sidang dan udah mendekati tanggal deadline pengumpulan panel pameran, haha.

jadi kita berangkat di tanggal 29 Feb, jam 10 malam baru berangkat dari solo. berangkatnya malem karena dari pagi sampe sorenya aku ada job motret wisuda. tadinya juga nggak yakin untuk naik karena takut akunya yang malah ngedrop. tapi ya mau gimana lagi akumah anaknya dikenal santai banget... jadilah gas gas wae, ehehe.

btw kok naik ya nyebutnya... muncak ya gais maksud akuh

teruus yaudah baru sampe boyolali kota kita mlipir makan dulu di pecel lamongan gitu. lanjut perjalanan, dan sampelah di basecamp Andong jam set 1 malam. bermalam sejenak di basecamp, makan perbekalan, terus sempetin diri buat merem-merem manja dulu sebelum berangkat muncak. sekitar jam 4 barulah kita cus.
jujur menurutku Andong jauh lebih asik daripada Cumbri hehe karena adem banget asliii dan aku lebih suka pemandangannya; ijo-ijo aya cai'na! terus aku tu nggak berasa capek yang capek banget kayak kata temen-temenku gituloh, pegel tapi nggak parah. dan alhamdulillah kemarin nggak sampe blackout kayak waktu pertama aku naik Cumbri itu. sepanjang perjalanan ya bukan elsya namanya kalo nggak ngoceh-ngoceh gapenting... yaudah. aku berasa jompo, tapi Dipe juga jompo kok. Fajar doang nggak hahaha asli seneng banget ngeliat dan menghirup udara yang asriii banget. refreshing bangetlah pokokna!
yasudah kita menikmati sunrise memang bukan pas di atas puncak banget, tapi agak bawahnya dikit, pas banget viewnya plong ke Merbabu dan sunrise. kabut manja beriringan dengan semburat cahaya matahari yang perlahan tampak.. indah banget. dan karena aku sangat-sangat suka dengan pohon pinus, nggak berhenti-henti aku fotoin pinus yang kena cahaya matahari. indahnya lagi-lagi bukan main..

ya singkat cerita aku di atas cuma sampe jam 7, terus turun lagi dan yaudah bebersih badan, dan siap-siap pulang itu sekitar jam set 10 paginya. plus makan dulu di salatiga, jujur aku mesen ayam goreng dan ternyata ayamnya gede banget... tapi worth the price kok. jadilah sudah sampai lagi di Solo sekitar jam set 1 siang.

Seneng banget... super-super seneng karena bener-bener refreshingnya dapet banget! yaa walaupun balik-balik tetep harus menghadapi dan mengejar deadline panel untuk pameran di tanggal 5, tapi tetep, seneng banget dan bersyukur banget!

sekian ceritaku, next stop for muncak: Merbabu! (aamiin hehe)
ini dia dokumentasinyaa~


segini aja yaa fotonya hehe

10/20/19

Pertama kalinya "Naik"!

Assalamualaikum! Long time no post i guess?

Jadiii Sabtu lalu adalah pertama kalinya aku muncak. Nggak muncak gunung juga sih, lebay lebay. Baru muncak bukit aja kok.. hehe. Bukitnya namanya Cumbri, ada di perbatasan Ponorogo dan Wonogiri.

Berbekal persiapan yang nggak disiap-siapin banget, jadilah aku berempat pergi ke Cumbri. Wah excited banget akuuu tapi ternyata my body couldn't deal with my excitement HAHA baru hampir di pos bayangan gitu tiba-tiba pandangan buyar dan berkunang-kunang... pendengaran mendadak hilang... perut mual. Wah ambyar abis deh. Tapiii perjalanan tetap dilanjut dong.

Sampai di puncak, kita diriin tenda dulu, baru deh sight-viewing. Walaupun cuma keliatan perbukitan dan perumahan serta jalan-jalanan gitu, nggak seberapa emang sama view kalo naik gunung beneran.. tapi seru banget dan puas, jujur! Sampe berkali-kali nyebut di dalem hati karena aku pribadi nggak sangka bisa naik gitu hehe..
Malam datang dan kita sight-viewing lagi tapi viewnya ga kalah bagusss. Lampu-lampu kecil yang berasal dari rumah warga dan jalanan, ditambah lagi view di langit ada taburan bintang. Tapi ga ada yang bisa ngalahin langit Kapota sih...

Suguhan alam nggak berhenti di malam aja. Alhamdulillah aku berhasil dokumentasiin bentangan horizon yang dari gelap sampai ada semburat cahaya dari matahari. Iya, sunrise..

Seseru itu yaa naik... banyak banget yang bisa dipelajarin, especially about thankfulness and putting trust. Asli, ga nyesel aku kesana dan malah kepengen lagi untuk naik.. ga cuma ke Cumbri lagi hehe tapi ke gunung.
Semoga ada kesempatan, biar bisa terus belajar dari alam. Aamiin.


Sebagai penutup, ini dia dokumentasi dari aku! Here you go~

ini aku!!! hehe
ini squad aku: Arvy, Lisa, aku, dan Firos


❤❤❤

8/10/19

About Faith and Being A Religious


If my faith says that everything in this world belongs to the one and only Allah, so there’s nothing to worry about even though we still could feel the sadness, broken, madness coz it means we are a human being.

My faith says too i was born for something big, and good of course. Neither today nor tomorrow, but it must be someday. God let me feel how it feels to be in the lowest point of my life, so that i can learn from what i feel and how to deal with it.

My faith says, what we feel sometimes is NOT always be parallel with our destiny. So that's why we‘d rather feel sad than happy if something we want so bad can not happen at the moment. But that's okay, we still a human being. Haha it all has happened in my life so i believe in it.

I ain't saying i'm a religious person but, everyone has their own faith... right??
And this is the last —pelengkap utk bagian psikologis selain sisi spiritual, coz these words successfully change the way i live my life. i believe its really really define myself!

Thank you, and have a nice day!

my motivational words to keep my life
going as well

   

7/15/19

Dear myself..

I love being in a hectic situation. I love being involved in a routine that pushed myself so fuckin hard and causing me feel tepar like almost every night. Besides, I love saving my money and love throwing my money away too for shopping, but I also do invest too.

I love helping people and being very welcome to them every time they need my help. I enjoy doing those things, so much. Doing the things I loved helps me to gain up my confidence whenever I was feeling low.

I love being me.
Thank you, myself. :)

6/9/19

Meet a Psychologist

Selamat Lebaran! Belum seminggu kan? Hehehe

Sesuai dengan judulnya, yap! 22 Mei lalu, akhirnya saya memutuskan bertemu dengan psikolog melalui fasilitas kesehatan di kampus saya.
Pertanyaan yang saya perkirakan akan hinggap di benak teman-teman terkait keputusan saya menemui psikolog mungkin tidak jauh dari:
"Kenapa kok kepikir ke psikolog?"
"Ngapain aja di psikolog?"
"Emang ke psikolog bikin lega?"
"Lo capek banget ya?"
Dan dari 4 teman saya yang sudi jadi tempat cerita saya, kurang lebih pertanyaan itu yang mereka utarakan. Hahaha.

Bukan berarti dengan saya ke psikolog, saya ga percaya dengan keyakinan diri saya sendiri terhadap Sang Maha Pembolak Balik Hati, Allah SWT. Ngga, sumpah. Malah, saya ngerasa ini salah satu jawaban dari doa saya, salah satu jalan yang Ia tunjukkan kepada saya untuk apa yang sedang saya hadapi, alami, dan rasakan. 
Anjay mantap kan bahasanya tapi ini serius..

Setelah ketemu dengan psikolog, hal yang bisa saya petik adalah, konsultasi dengan psikolog direkomendasikan untuk mereka yang sebenarnya ga clueless-clueless banget dalam menjalani hidup. Bagi mereka yang berkonsultasi, yang dibutuhin adalah diyakini dan didengar, atas keputusan yang sudah dibuat dan realita yang terjadi, atas segala emosi yang dirasakan (dan mengganggu, wkwk). Dan diberikan sudut pandang lain juga, tentunya.

Psikolog ngga akan segamblang banget itu untuk ngasih tau resiko kalo kita begini, nanti begitu, dan ngga maksain juga kita harus ngikutin sarannya. Semua kembali ke diri sendiri. Sesanggup apa nanggung resiko dari saran A, B, C, yang lebih capable buat ditanggung diri sendiri tuh yang mana dan apa aja, gitu.
Nah terus.. apa yang akan disarankan oleh psikolog tergantung sama sejujur apa sih kita sama diri sendiri atas apa yang dirasa.
Misal nih, rasanya resah terus dan sedih sampe 2 minggu ga bisa tidur padahal seharian udah capek banget, jelasin aja bagaimana adanya ke psikolog. Dari keluhan tersebut, kita dituntun, udah paham belum awal mulanya terjadi hal-hal tersebut dari kapan, atau ada apa, atau apa yang selalu mengusik pikiran, dan semacamnya. Kalau dari kitanya sudah paham dan tau malah bagus banget, jauh mempermudah proses konseling dan rasanya kita udah paham diri sendiri (dan pastinya ini bisa menambah kepercayaan diri sendiri!), ya kan? :)

Maka dari itu, di awal saya sebut "ke psikolog direkomendasikan untuk mereka yang ga clueless-clueless banget". Tapi, ini semua opini saya atas pengalaman saya aja yaa.
Mengenai tanggapan psikolog atas konsultasi saya, yaaa tanggapan yang beliau utarakan disampaikan serasional mungkin dan tidak lupa di awal kalimat probabilitas yang beliau ucapkan selalu ada kata "mungkin".
Btw, konseling sama konsultasi, sama ngga sih? Hehe gatau..

Terkait cerita saya...
Saya ga akan ceritain gamblang apa yang terjadi dan percakapan saya dengan psikolog saya seperti apa, karena saya malu wkwkwk. Tapi saya mau cerita (karena saya mau) (?)
Berangkat dari keluhan yang saya alami, yang sebelumnya saya kira bakal lenyap begitu saja seperti yang sudah-sudah, tapi ternyata engga. Kepikir juga, apa saya ketempelan apa gimana, kok ya makin pusing malahan, capek nangis teruslah, ngaji dan tadarus serta berpuasa rasanya nikmat tapi sakit tak kunjung hilang, singkat kata, saya sesensitif itu pokoknya.
Akhirnya saya nyari tau info konsultasi psikolog di medical center (faskes kampus saya), alhamdulillah dapet kontak psikolognya dan langsung bikin janji sama beliau.
Hari itu, Rabu. Saya pake baju putih dan celana khaki dan sepatu slip-on. Inget banget, karena outfit saya hibahan dari si mantan, hahaha. Saya duduk nunggu di ruang tunggu hampir sejam lebih, dan beliau baru dateng bada dzuhur. Pas udah ke ruangan konsultasinya.. awalnya bingung, asli, kudu mulai dari mana. Tapi dibikin luwes sama beliau, dan atas dorongan dari dalam diri sendiri yang kepengen nangis dan pengen numpahin semua (wkwkkwk), akhirnya jebret semua cerita saya yang tidak lain dan tidak bukan adalah soal kuliah dan percintaan tumpah-ruah. Kegondokan saya, sebel-sebelnya di bagian apa, yang saya ga sukain apa, semua saya ceritain, karena itu yang rasanya ga bisa lepas dari pikiran.

Singkat cerita, sesi konsultasi saya hampir dua jam. Pasti billingnya kalo di umum mahal nih. Yaa untungnya, fasilitas kampus, jadi gratis hehe..

Pesan beliau di akhir adalah, kalau masih ngerasa kurang enak atau gejolak emosi masih naik turun dan belum stabil, ada baiknya saya ketemu lagi sama beliau setelah lebaran. Saya suka konsultasi psikolog di kampus, psikolognya laki-laki dan tanggapannya dari sisi laki-laki yang berilmu di ranahnya dan ngga asal jawab dari sisi laki-laki, gitu. Terus ya karena mahasiswa yah, layanan psikolog di kampus selain gratis, ga usah jauh-jauh dari kosan. Hehehe. Psikolognya kesannya baik ya? Iya baik dan asik sih, laki, masih muda, takut baper aja saya sama beliau... hahahaha. Ftv amat?!
Ya udah, sekian cerita dari saya, setelah sekian lama ngga ada cerita dari saya, ya kan hehe.

Sekali lagi, selamat lebaran!
Dari saya, yang ngidam banget pempek belom kesampean dari pas puasa :((