10/4/16

tetanya

berkecamuk; tak tentu arah. entah, terserah angin akan dibawa kemana semua ini.

terjatuh lagi di tempat yang sama, hanya saja ceritanya berbeda.
kecewa namun tak jera, padahal sudah saling menyempatkan waktu.
sia-siakah waktu kita? menguap begitu sajakah semua yang terucap?
jika tak ada yang sia-sia, mengapa begini? salah siapa, atau, salah apa?


sulit sekali mengartikannya, sampai kapan harus dimengerti?

No comments:

Post a Comment