2/22/13

Aku, dan Kamu.


Selasa, 6 November 2012.

Tepat hari ini. Ya, hari Selasa. Ahaha, bukan tanggal ini tapinya. Hanya harinya saja yang sama.
Masih ingatkah kamu? Ketika itu kau menghampiriku dengan motormu yang.. terlihat sekali belum kau cuci. Hahaha aku hanya bisa berharap kau ingat itu semua.
Terjadi percakapan kecil di antara kita. Ya, maaf saja percakapan di kala itu tidak seperti biasanya; yang.. oke ku akui dapat membuatku tertawa terguling-guling atau menguap sampai terantuk-antuk. Aku belum biasa melihatmu, berbicara denganmu, secara langsung. Bertemu seperti itu.
Memang, untukku sendiri, itu semua memang sulit. Ya, sulit untuk melanjutkan apa yang sudah terjadi di dunia maya dengan dunia nyata. Sama halnya seperti kamu sedang ber-bbm ria dengan seseorang, sebut saja X. Kamu dan dia sedang dalam tahap PDKT, mendekati jadian. Kamu bbm-an sama X. Kamu rela mengeluarkan emoticon yang.. ahahah. You know what I mean, so I don’t  have to explain the detail to you right? J Padahal, di kehidupan nyata? Belum tentu kamu berani mengeluarkan emoticon-emoticon yang sering kamu keluarkan di bbm.
Seperti itulah aku. Berbeda dengan yang lain.
Hanya sepatah-dua patah kata yang mampu aku keluarkan secara lisan. Uh, itupun dengan susah payah kucoba untuk mengeluarkannya.
Dan, aku mulai menaiki motor itu. Motormu. Masa iya motor pak Cahyat? Ugh.
Umm, aku malu untuk menyampaikannya..
Ketika itu, kamu sedang fokus dengan perjalanan, mmm mungkin.. Aahaha. Ketika itu, aku sungguh tak sadar merasakan bahwa, senyum samar dari bibirku terlihat tersungging begitu saja. Aku saja sampai tak sadar, bagaimana bisa aku memikirkan apa yang membuatku tersenyum sebelumnya?
Mungkin kalau kata lirik lagu, “..tak mampu ungkap kata, cuma hati yang bergetar..” ahahah! Bodoh sekali! Memang, love could driving you crazy at the time!
Kamu bertanya sesuatu saat itu di kala aku masih tak sengaja tersenyum. Uh, benar-benar bising sekali jalanan hari itu! Sampai-sampai suaramu yang hanya berjarak tidak sampai radius 1 meter pun saja aku tak bisa mendengarnya!
Berulang kali ku menjawab pertanyaanmu dengan kata “Hah?”. Aku yakin kamu bosan mendengar kata “Hah?” yang keluar dari mulutku dengan nada yang.. ewh itu. Ahahaha aku tak mengerti sungguh mengapa ketika kucoba untuk mengulang kembali cerita itu seperti ini malah terasa sangat bodoh.
  
Senyum yang tanpa sadar mengembang begitu saja..
Perasaan yang.. tak keruan sampai tak bisa dijelaskan dengan... ugh..
Hati yang berdebar-debar dahsyat bagai gempa yang berkemungkinan tsunami..
Semua itu.... terjadi sekaligus dalam saat itu. Sore itu.
Aku terus bertanya-tanya, apa ini normal?
Aku terus bertanya-tanya, apa yang kamu rasakan sama halnya dengan yang aku rasakan?
Aku semakin tak mengerti. Ah, ini tak penting untukku!
  
Sekarang... entah mengapa, ketika kejadian itu terulang sendiri dalam memori otakku, aku merasakan rindu yang amat besar.. rindu yang sangat besar... rindu yang amat sangat teramat besar... pada sosok di depanku itu. Ya, yang mengantarku itu. Kenangan dan segala-galanya yang terjadi di hari itu, di detik dan menit itu, kini terasa sangat amat merindukan sekali.
Aku rindu dengan semua itu..
Aku kangen dengan semua itu..
I miss you so much. Even every single word can’t describe how much I miss you. I just want to tell you, I just want you to know the truth. Yes, the truth is I miss you so much.


 ...bersambung

No comments:

Post a Comment