2/13/18

dua ra t u s

200 (lebih) hari aku dengannya. Tapi, anggap saja hari ini adalah benar-benar 200. Genap 200. Kemarin hari, yang masih rutin menghitung hari ya, dia, saya bagian reminder. Kalau sekarang, mungkin dia masih, tapi entahlah. Saya jadi ikut-ikutan bikin counter notes juga kayak dia.. Hehe.

Genap 200. Nyaman kian terasa bila dekatnya, walaupun komunikasi kami tidak sesering kemarin hari. Semenjak saya kembali dipertemukan dengannya di kota Surakarta selepas libur kemarin, kami jarang bertemu di kampus, ya mungkin karena kesibukan dari masing-masing kami berbeda, toh belum jadwalnya masuk kuliah juga. Tapi jadwal makan bareng masih terlaksana, sih, hehe.

Tak apa, semuanya patut (bahkan harus) disyukuri kok. Selagi rasa percaya masih ada, hanya keyakinan yang selanjutnya harus rutin dipupuk dalam diri, sebab keraguan selalu ada dan kadang iseng melanda. Feeling insecure pasti terasa, tinggal sepintar-pintarnya kita mengatur rasa, kan?
Tapi tapi tapi, apakah perasaan bisa diatur oleh logika? Kalau saya jawab iya, kamu (atau kalian) setujukah?

Lalu hening.
Apa sih, sya.

Selamat 200 hari sejak 28 Juli 17 ya, Van..
(dan ini kali pertama kupanggil namamu, lol)

1/28/18

Aku punya rindu,
tapi bukan untuk kamu.

Aku punya rindu,
yang kini sulit kali tuk kutahan,
tapi bukan untuk kamu.

Aku punya rindu,
yang kian lama diacuhkan maka kian
keras ia meronta tuk diungkap,
lagi lagi, bukan untuk kamu.

Rinduku untuk dia.
Dia saja, bukan yang lain.

Bogor, 28 Januari 2018.

12/26/17

Yang aku pahami ialah,
rindu itu tak harus bertemu.

Di saat ini, dan saat yang lalu,
dan kemarin, dan beberapa waktu yang lalu,
aku pernah merindunya.
Aku pernah merindunya.

Memang rindu takkan hilang dengan sendirinya,
tapi rindu tak butuh balasan,
tapi rindu tak menuntut.

Rinduku tulus.
Rinduku... padamu.
Rinduku padamu kurasa takkan hilang.
Rinduku padamu kuharap takkan sirna.

Rinduku,
semoga selamanya padamu.

Surakarta, Desember 2017.

8/30/17

double B

"and so the lion fell in love with the lamb."

dan kata-kata itu terngiang lagi setelah sekian lama terpendam. tapi, mungkin versinya beda.
bedanya menjadi:

"and so si Buntel really really fell in love with si Babon."

hahaha lol. Anyway, happy belated birthday, Babon!
Wish you all the greatest things in life. Semoga "jadi kahim" nya beneran jadi, ya! Semoga lebih lebih dewasa lagi berpikir.. makin disayang mama, papa, abang dan adik-adikmu. 

Tbh, I love the way you treated me bon. Semoga... ya kamu tau apa yang saya semogakan lah ya. Hehehe


Image result for white little lion
Anggep aja singa tidurnya ini saya yaaa heheh.
(img sourceL google)